NAMLEA,Persadanusa.com–Ribuan warga tumpah ruah memadati kawasan Simpang 5 Namlea, Jumat (09/10) sore. Karnaval budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Buru berlangsung meriah dengan pengamana ekstra ketat dari aparat.
Kegiatan yang dibuka sekitar pukul 15.20 WIT dengan pemukulan Tifa oleh Bupati bersama Wakil Bupati Buru ini dihadiri Sekda Kabupaten buru, Dandim 1506 Namlea, jajaran Forkopimda, para Pimpinan OPD, Anggota DPRD Kabupaten Buru dan undangan kehormatan lainnya.

Yang menjadi sorotan adalah keikutsertaan paguyuban Maluku Utara dan Kepulauan Sula dengan balutan adat khas, mereka menampilkan tarian Lalayon dan Tari Sawat Sula yang begitu energik dan memukau penonton. Bahkan Bupati dan Wakil Bupati ikut ambil bagian menari Sawat bersama peserta di tengah jalan sambil saweran.
Bupati Ikram menegaskan, karnaval budaya ini bukan hanya hiburan, tetapi wujud nyata dari semangat persatuan di bumi Bupolo.

“Inilah kekuatan kita, dari TK hingga perguruan tingggi, dari sabang sampai merauke yang ada di Buru, semua tampil. Mari kita jaga persatuan ini untuk membangun Buru yang inklusif, maju, dan sejahtera, “jelasnya.
Selain penampilan Maluku Utara dan Kepulauan Sula, karnaval juga di meriahkan atraksi potong badan dari pulau Hatuhaha/Ambon, tarian khas Jawa dari dataran Waeapo, Lolongguba,dan Waelata. Tari Pendet dari kelompok umat Hindu, kelompok Tionghoa keturunan China di Namlea, serta aktraksi Debus menusuk diri Seram Bagian Timur(SBT) dan berbagai macam aktraksi lainnya.

Acara berlangsung hingga sore hari, dengan antusiasme warga yang luar biasa, menjadi bukti kecintaan masyarakat terhadap Kabupaten Buru di usia yang ke-27 tahun. Jumat (09/10/2026). PU












